Tikam Samurai - 164
Dua buah lampu petromaks milik mesjid dibawa keluar. Cahayanya menerangi halaman mesjid tersebut. Tiba-tiba terdengar seruan. Orang berbond...
Tikam Samurai - 163
“Katanya, eh, mana pula dia bisa berkata. Tapi dia mendengus. Saya membuka langkah empat. Kalau dia menyerang saya sudah siap. Eh tahu-tahu ...
Tikam Samurai - 162
“Bungsuuu!!” Bilal berteriak dan memburu, si Bungsu terbatuk-batuk lagi. Kemudian memuntahkan air bancah yang terminum olehnya. Dia dibantu ...
Tikam Samurai - 161
Bilal tak tahu apakah antara kedua lawan itu ada yang kena atau tidak. Tapi dia dan semua lelaki yang tertegak diam itu melihat betapa kini ...
Tikam Samurai - 160
“Kita ke seberang sana…?” tanyanya sambil menoleh pada Bilal yang berada ditengah barisan itu. Bilal mengangguk. Bungsu menepi memberi jala...
Tikam Samurai - 159
Sementara penduduk kampung yang lain, atas petunjuk Suman mengangkati mayat-mayat Belanda yang lain ke arah perkampungan. Bilal melangkah m...
Tikam Samurai - 158
Dia merasa heran, merasa takjub dan sekaligus juga merasa luluh atas pertanyaan yang lugu dan polos itu. Dan isteri lelaki itu, yang tadi ke...
◄ Next Unavailable
► Previous Older Posts
